Edelweis

Kadang bukan hal yang besar dan terlihat,

Namun hal yang kecil yang selalu dapat ku rasa.

Bukan paras atau visualisasi mata,

Namun tutur kata dan bias hati yang

Yang selalu memikat..

 

 

 

Oh, mungkin takakan berlebih menyebutmu

dengan kata edelweis..

karna setiap warna dalam dirimu, menjadi lentera malam bagiku..

 

This entry was published on June 20, 2008 at 3:11 am. It’s filed under Puisi and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

8 thoughts on “Edelweis

  1. agungekanugraha on said:

    duhh…
    mas anton ni koq puitis banget yaw…
    ada apa gerangan..
    hehe,…

  2. Sutarsa on said:

    Edelweis memang bunga bukit tandus, tapi dialah kekuatan yang sejati. Dia pasti kalah merona dibanding mawar, kalah harum dari cempaka, tapi ia tak pernah kalah tangguh.
    Apakah anda menginginkan perempuan tangguh hahaha…..:p

  3. kapan” kt cari edelweis di gunung ton

  4. ehm…bagus puisinya..
    tapi ya kak, kenapa cuma edelweis yang dibilang tangguh. bunga rerumputan yang di injek2 juga tangguh. =p

  5. fitrie on said:

    puisinya keren… bagus logh..
    btw, jd tringat ttg sseorg, gw punya nama panggilan edelweiss dri tmn dkt gw

  6. nananghartoyo on said:

    to fitrie:
    kalau kamu dulu edelweis, sampai sekarangpun kamu akan bermakna edelweiss

  7. nananghartoyo on said:

    @resha
    makasih,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: