Menemukan Potongan Peta HIV/AIDS di Bali

Beberapa hari ini menjadi perjalanan yang luas biasa bagi diriku, mengikuti pelatihan jurnalistik yang di adakan oleh KPA Provinsi Bali sangat menbuka kembali wawasanku tentang HIV/AIDS di Bali. Hari pertama pelatihan di penuhi oleh pembekalan tentang bagaimana seharusnya seorang jurnalis menulis sebuah berita yang sensitif terutama yang berkaitan dengan issu HIV/AIDS.

Kita juga mengunjungi LSM YCUI dan juga klinik VCT Sanglah, di YCUI aku menemukan fakta baru bagiku tentang HIV/AIDS di kalangan remaja. Teryata ada remaja yang melakukan hubungan seksual pada umur 14 tahun, walaupun ini bukan hal yang baru tapi menurutku ini sangat menarik kenapa, karena teryata tujuan dari beberapa remaja tersebut adalah untuk sebuah kegelamoran. Motif yang seperti ini yang sangat menarik bagi saya, bagaimana seorang remaja sebegitu menginginkan sebuah kegelamoran sampai dia rela berkorban seperti itu.

Di sebuah kabupaten di bali ada juga kalangan pemudanya rela saling urunan untuk masuk sebuah cafe memboking cewek cafe tersebut, ada juga modus lain yang tidak kalah unik,yaitu modus pemuda yang menyamar menjadi tukang ojek lalu dia meminta bayaran berupa hubungan seksual. Aku hanya membayangkan jikalau mereka semua berhubungan seksual yang tidak aman dalam artian tidak menggunakan kondom, berapa orang yang akan tertular infeksi HIV ini, apalagi teryata daerah tersebut merupakan daerah transit bagi sebagian sopir-sopir truk yang ditengarai merupakan pelanggan PSK. jadi bila hal ini terus terjadi, dan tanpa mereka sadari ini telah menjadi suatu bom waktu bagi mereka sendiri dan juga kita. jadi hanya satu hal yang perlu kita lakukan sebagai penerus bangsa, yaitu peduli terhadap sekitar dan melindungi keluarga kita dari HIV/AIDS. Cara untuk peduli yang paling mudah adalah dengan cara mencari informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan juga memberi tahu informasi yang benar itu kepada seluruh orang yang kita sayangi. Hanya dengan ini kita bisa mencegah HIV/AIDS, karena sampai sekarang pun belum ditemukan obat untuk virus ini.

Kita bisa lebih peduli, dan bila kalian menginginkan informasi yang lebih lengkap tentang HIV/AIDS kalian bisa menghubungi KPA yang berada di daerah kalian masing-masing atau juga bisa mencari informasi ke LSM yang  konsen di bidang HIV/AIDS ini, salah satunya kalian bisa contact kisara di 0361-430200.

Pimpinlah diri kalian sendiri dan katakan

STOP HIV

This entry was published on November 23, 2008 at 9:45 am. It’s filed under info and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

7 thoughts on “Menemukan Potongan Peta HIV/AIDS di Bali

  1. gayungpatah on said:

    “STOP HIV”
    (Sambil Berteriak)

  2. naniemoet on said:

    ya…..!!!!
    we’re gonna fight it!!!
    viva kisara!!!

  3. yoi, kita memang harus berjuang dan teriakan lantang-lantang!
    STOP HIV

  4. tugas mulia untuk STOP AIDS … lanjutkan perjuangan wahai anak2 muda bangsa. restu-Ku menyertai mu…

    narayam… narayam…

  5. khrisnia on said:

    hmm..

    hentikan aja penularannya…
    jangan pernah jauhi penderitanya…

    let’s fight AIDS

  6. nananghartoyo on said:

    setuju

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: