Terima Kasih Ibu

Terima kasih ibu, mungkin itu yang hanya aku bisa ucapkan untuk ibuku. Saat ini menjadi masa merenungku untuk mengunag semua kebaikaan ibuku, saat aku bangun tidur aku merenungkan semua itu dan setelah aku selesai merenung aku menayakan apa yang ibu pengenin di hari ibu ini. Saat sorot matanya tiba menatapku Lalu ibuku berkata “ibu gak minta yang aneh-aneh, cuma satu” akupun mulai menayakan “cuma satu y, apaan bu” satu kata yang aku sebenernya gak pengen ibuku ngucapin itu “kamu potong rambut”.

Begitu mulianya ibu hal yang beliau mintapun bukan sesuatu yang aneh, hanya menginginkan anaknya potong rambut, biar terlihat rapi. Oh terima kasih ibu..

“Banyak hal yang tidak aku bisa ungkap dengan kata-kata

saat aku ingin mengucap terima kasih padamu

namun ibu mengetahui semua perasaanku

bahkan saat aku menutupi semua masalahku dengan senyum

engkau mengetahui dan coba menghiburku

terima kasih ibu”

*padahal baru mau manjangin rambut, yah disuruh potong rambut..

This entry was published on December 22, 2008 at 6:05 am. It’s filed under Keluh Kesah, Puisi and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

2 thoughts on “Terima Kasih Ibu

  1. hehehe….
    ikutilah nak….

  2. iya, sudah tak ikutin kok..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: