Untukku

Bagainama jikalau semua rasa yang telah kau ukir dengan tinta harapan emas harus pudar, oleh nila di ujung pelepah harap.

Bagaimana kau dapat menikmati waktu, kala engkau berkutat dengan kesedihan dan putus asa.

hari ini pilumu hari segera kau lepas dan mulai mematri senyum di palung hatimu, untuk dapat menarik semua intan kebaiakan yang ada di asisol bumi.

Tak aku ingin nenemanimu dengan sedihmu.

Bagaiman kau menilikmati senyumku jikalau kau tak pernah menatapku.

Aku hanya ingin kita saling dapat memberi senyum.

Anton HPT





This entry was published on April 7, 2009 at 10:30 am. It’s filed under Keluh Kesah, Puisi and tagged . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: