Secangkir Kopi

Coffee_cup_4Tak akan menyesal, jika harus bejalan ribuan mil, hanya untuk melihatmu.

Tak akan pula menyesal, jika harus bediri menanti jutaan malam, untuk dapat mengenalmu.
Tak akan pernah menyesal, jika harus menanti dibawah teriknya mentari sepanjang tahun, untuk dapat bercengkrama denganmu.

Tapi mengapa hanya sepanjang jalan ini aku dapat bercengkrama denganmu?
Tak ada alasan lainkah untuk dapat mengikatmu disini?

Ku harap hujan hari ini.
Untuk melunakan teriknya mentari.
Untuk menjadi alasan agar kita dapat berteduh disini.
Agar kau dapat menikmati secangkir kopi dan ku menikmati cantikmu.

This entry was published on July 24, 2009 at 5:20 am. It’s filed under Keluh Kesah, Pandangan Mata, Puisi and tagged , , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: